Minggu, 31 Mei 2009

Syiroh Nabawiyah

Pengasuhan Abu Thalib & Perjalanan ke Syam


Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam tinggal dalam pengasuhan kakek beliau Abdul Muthallib sampai usia delapan tahun. Kemudian kakek beliau wafat. Sebelum wafatnya ia memberi wasiat kepada paman beliau Abu Thalib agar mengasuh beliau Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Karena sang kakek mengetahui rasa sayang Abu Thalib kepada Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam.

Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam membantu paman beliau di dalam pekerjaannya. Abu Thalib mempunyai pekerjaan berdagang. Beliau menemaninya dalam perjalanan ke negeri Syam. Ketika itu beliau berusia dua belas tahun. Mereka tiba di sebuah tempat yang bernama Bushra, antara Syam dan Hijaz. Keduanya bertemu dengan seorang rahib. Nama rahib itu Buhaira.


Buhaira dapat mengenali Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam sebagai nabi terakhir. Karena ia melihat cincin kenabian di antara kedua pundak beliau. Dan ia mengetahuinya dari keadaan beliau yang yatim. Buhaira menyuruh Abu Thalib untuk mengembalikan beliau ke Makkah, karena ia mengkhawatirkan keselamatan Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dari gangguan Yahudi.

Pernikahan Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dengan Khadijah

Khadijah mengetahui kejujuran dan sifat amanah Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Maka ia meminta beliau untuk berniaga baginya. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salampun menyetujuinya. Beliau pergi ke negeri syam. Beliau kembali dari perjalanan ini dengan keuntungan yang besar. Maisaroh, budak Khadijah, menceritakan pada Khadijah apa yang dilihatnya. Ia bercerita betapa bagusnya akhlak Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Karena ketika itu Maisaroh bersama beliau dalam perjalanan ke Syam. Khadijah pun merasa kagum kepada beliau. Kemudian paman Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam Abu Thalib meminangkan Khadijah untuk beliau. Maka beliau menikah dengan Khadijah. Ketika itu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam berusia dua puluh lima tahun. Dan pada saat yang sama Khadijah berusia dua puluh tujuh tahun. Ia adalah istri pertama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Ia melahirkan bagi beliau anak laki-laki yaitu Al Qasim. Ia juga melahirkan Abdullah yang digelari dengan Ath Thayyib dan Ath Thahir. Dan ia juga melahirkan anak-anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayyah, Fathimah dan Ummu Kultsum.

Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar